HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membuka saluran pengaduan atau hotline bagi masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pemerintah tersebut berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkualitas dikutip HarianMerdeka, Kamis (12/03).
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengawal jalannya program yang menyasar peningkatan gizi anak-anak Indonesia tersebut.
“Kami ingin pelaksanaan MBG berjalan transparan dan berkualitas. Karena itu, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aduan maupun masukan,” ujar Nanik di Jakarta, Sabtu (27/09).
Menurutnya, partisipasi publik sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat segera mengetahui berbagai persoalan yang mungkin terjadi di lapangan.
Ia menambahkan, dengan adanya jalur pengaduan ini masyarakat bisa ikut mengawasi agar program makan bergizi gratis benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.
“Dengan adanya saluran aduan, masyarakat bisa ikut mengawal agar program tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa hotline pengaduan tersebut mulai melayani laporan masyarakat setiap hari kerja.
Menurutnya, layanan pengaduan dibuka pada hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.
Untuk mempermudah akses masyarakat, BGN menyediakan dua nomor hotline yang dapat dihubungi, yaitu 088293800268 (Operator 1) dan 088293800376 (Operator 2).
“Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” kata Hidayati.
Selain sebagai jalur pengaduan, hotline ini juga difungsikan sebagai pusat informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai pelaksanaan program MBG.
Masyarakat dapat menanyakan berbagai hal terkait teknis program, distribusi pangan, hingga standar kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
BGN menilai keterbukaan informasi dan keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program makan bergizi gratis. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu memberdayakan pelaku UMKM lokal sebagai penyedia bahan pangan.
