Pesan Terakhir Dr. Ali Larijani untuk Dunia Islam: Seruan Persatuan dan Perlawanan

 


Dr. Ali Larijani, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran


HARIANMERDEKA.ID, Teheran – Sebuah pesan yang disebut sebagai pernyataan terakhir almarhum Dr. Ali Larijani, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, beredar luas dan ditujukan kepada umat Islam di seluruh dunia serta pemerintah negara-negara Muslim. Kamis (19/03).


Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan seruan kuat terkait persatuan, perlawanan, dan sikap terhadap konflik geopolitik yang melibatkan Iran. Teheran, Senin, (16/03).


Pesan yang diawali dengan basmalah itu menyoroti situasi yang tengah dihadapi Iran. Larijani menyebut bahwa negaranya menjadi sasaran agresi yang ia sebut sebagai “Amerika-Zionis” yang terjadi di tengah proses negosiasi. Menurutnya, serangan tersebut bertujuan untuk melemahkan Iran dan telah menimbulkan korban jiwa, termasuk tokoh penting serta warga sipil.


Namun demikian, ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak tinggal diam. Dalam pesannya, Larijani menyebut adanya perlawanan nasional dan keislaman yang kuat, yang mampu menahan tekanan dari pihak luar hingga menciptakan kebuntuan strategis bagi lawan.


Lebih lanjut, ia juga menyinggung sikap negara-negara Islam lainnya yang dinilai minim memberikan dukungan terhadap Iran. Ia menyayangkan bahwa hanya sedikit negara yang secara terbuka membela Iran, bahkan dalam batas diplomatik sekalipun.


Dalam salah satu bagian pesannya, Larijani mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban umat Islam untuk saling menolong. Ia mempertanyakan sikap beberapa pemerintah Muslim yang dinilai tidak merespons seruan solidaritas tersebut.


“Islam macam apa ini?” demikian kutipan pertanyaan kritis dalam pesan tersebut.


Tak hanya itu, Larijani juga menyoroti sikap sejumlah negara yang justru menganggap Iran sebagai ancaman karena menyerang kepentingan Amerika Serikat dan Israel di wilayah mereka. Ia mempertanyakan logika tersebut, dengan menyebut bahwa Iran tidak mungkin tinggal diam ketika pangkalan militer digunakan untuk menyerang negaranya.


Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini bukan sekadar konflik regional, melainkan pertarungan yang melibatkan kekuatan besar di satu sisi dan Iran serta kelompok perlawanan di sisi lain. Oleh karena itu, ia mengajak negara-negara Muslim untuk menentukan sikap secara jelas.


Dalam bagian akhir pesannya, Larijani mengingatkan bahwa Amerika Serikat bukanlah sekutu yang dapat dipercaya, sementara Israel disebut sebagai musuh bersama umat Islam. Ia mengajak seluruh pihak untuk merenungkan masa depan dunia Islam secara kolektif.


Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak memiliki ambisi untuk mendominasi negara lain, melainkan ingin memberikan nasihat demi kebaikan bersama.


Pesan tersebut ditutup dengan seruan penting mengenai persatuan umat Islam. Larijani menekankan bahwa jika persatuan dapat diwujudkan secara nyata, maka hal itu akan menjadi kunci bagi terciptanya keamanan, kemajuan, dan kemerdekaan bagi seluruh negara Muslim.


Pesan ini pun menjadi refleksi sekaligus ajakan bagi dunia Islam untuk bersatu dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. (***).