Minimalisir Tingkat Kegaduhan,Ganjar Minta Penyaluran Bantuan Diserahkan ke Kabupaten dan Desa


HARIANMERDEKA.ID,Semarang-Terkait dengan penyaluran bantuan sosial dan kartu prakerja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeikan keluwesan untuk mengelola bantuan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementrian Perekonomian.
Menurut Ganjar, Dirinya sudah melayangkan dua surat secara resmi kepada dua Kementrian yakni Menteri Sosial dan Menteri Perekonomian
 “Hari ini (Senin-red), saya sudah mengirimkan dua surat resmi kepada Menteri Sosial dan Menteri Perekonomian yang menangani persoalan ini. Kami usul, agar pemerintah memberikan keluwesan pada kami untuk mengelola bantuan itu. Kami minta bantuan yang Rp600 ribu, disamakan dengan bantuan lain yang Rp200 ribu, agar mudah dalam penyaluran dan tidak bikin iri,” tegasnya, di sela rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (04/05).
Ganjar menegaskan, hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kegaduhan yang terjadi di masyarakat, banyaknya jenis bantuan sosial dan perbedaan jumlah bantuan, disinyalir menimbulkan konflik di lapangan.
Ganjar berharap,agar dalam penyaluran bantuan diserahkan kepada Kabupaten/Kota atau pemerinta desa.Sebab, mereka yang paling tahu kondisi warga masing-masing, yang memang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Kami berharap besar, usulan ini disetujui. Tentu kami akan melakukan pendampingan, agar semua tepat sasaran. Kalau ini tidak disetujui, pasti repot. Makanya, kami beriktiar kepada Mensos agar bisa dibantu,” terangnya.
Dirinya juga memastikan, bahwa penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara transparan. Jika sampai terjadi penyelewengan, tidak hanya sanksi hukum yang menanti, namun juga sanksi sosial.(Kko/Red)

Sumber:Cendananews