Agar Bernilai Ekonomis, Bupati Banyumas Belajar Olah Sampah di Bantar Gebang

 


HARIANMERDEKA. ID, Jakarta -Persoalan  Sampah merupakan persoalan klasik di setiap daerah, terutama pada momen-momen liburan tanggal merah perayaan hari besar agama, nasional maupun internasional. Kamis (03/02) dikutip harianmerdeka dari suarapurwokerto. 

 

Meskipun tanggal merah, Imlek 1 Febuari 2022, Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein memilih pergi ke “sekolah pengelolaan sampah” Bantar Gebang Bekasi, untuk belajar  dalam penanganan sampah di Kabupaten Banyumas agar lebih bernilai ekonomus. 


Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Junaidi dan Direktur BUMD Banyumas Investama Jaya, Aditya Sigit pratomo, Husien membawa ratusan kilo sampah Banyumas, untuk diolah menjadi bahan baku kerajinan tangan maupun pertanian bagi warganya, sehingga bernilai ekonomis. 


“Ya, saya bawa sampah (sekitar 300 kilo gram) dari Banyumas kesini. Biasanya sampah banyak saat tanggal merah atau hari libur. Saya mau lihat dan praktekkan sendiri cara mengolah sampah di Bantar Gebang,” kata Husein kepada wartawan, Selasa, (01/02).


Husein mengaku sangat membutuhkan Ilmu sekaligus teknologi pengelolaan sampah di Bantar Gebang, untuk di dituru dan di aplikasikan pada sistem pengelolaan sampah Kabupaten Banyumas.


Seiring pesatnya perkembangan daerah Banyumas, Husein memperkirakan persoalan sampah akan semakin kompleks jika tidak segera ditangani dengan baik.


“Saya praktekkan sendiri (mesin pengolahan sampah) dan benar, sampah yang saya bawa jadi kering. Ini membuktikan mesin sederhana di tempat pengelolaan sampah ini berfungsi dengan baik,” tutur Husein.


Atas dasar itulah, tokoh PDI P Banyumas ini akan membawa teknologi pengelolaan sampah mandiri Bantar Gebang Bekasi ini ke daerahnya untuk segera di aplikasikan pada dinas terkait.


Saat ini, Husein mengaku dirinya tengah fokus mengakselerasi program Sulap Sampah jadi Uang alias Sumpah Beruang, setelah mendapatkan pengetahuan tentang tata cara pengelolaan sampah yang baik dan benar, jagar memiliki nilai ekonomis bagi warga maupun daerah Banyumas.


“Dengan teknologi ini, program Sampah Beruang, Sulap Sampah Jadi Uang, akan benar-benar sempurna dan dapat dinikmati oleh masyarakat Banyumas,” tutur Husein.


Husein mengaku, sedikitnya 24 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang beranggotakan ratusan warga Banyumas, telah menggunakan hasil olahan sampah untuk dijadikan barang-barang yang bernilai ekonomis bagi masyarakat.


Hasil olahan berupa bahan baku ini, dihasilkan dari 2 jenis sampah yang berasal dari sedikitnya 22 truk sampah, yang dikumpulkan dinas terkait dari seluruh wilyah Kabupaten Banyumas.


“Syukur Alhamdulillah, teknologi ini bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, namun bernilai ekonomis dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Banyumas,” pungkas Husein.***