HARIANMERDEKA. ID- Setiap orang tentu memiliki latar belakang yang berbeda-beda, maka tentu saja adab dan sopan santun serta respon terhadap segala sesuatu permasalahan pun menjadi tidak seragam dan cenderung lebih dipengaruhi oleh faktor keadaan keluarga dan lingkungan pergaulan disekitarnya. Walau bagaimanapun, keluarga merupakan suatu lembaga pendidikan yang pertama dan utama, yang sangat menentukan akan masa depan suatu kehidupan keluarga. Merupakan suatu wadah dan tempat untuk tumbuh dan berkembangnya anak-anak (keluarga) secara keseluruhan.
Namun faktor lingkungan pergaulan pun dapat mempengaruhi untuk menumbuhkan rasa sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan menghormati privasi orang lain serta tidak melanggar hak-hak asasi manusia, termasuk tidak mengganggu dan menyakiti perasaan orang lain baik dari ucapan maupun sikap yang ditampilkan, maka seorang individu akan diterima pada lingkungan pergaulannya. Apalagi jika yang bersangkutan malah memiliki perhatian dan merawat hubungan tersebut, tentu akan menjadi lebih baik lagi.
Dalam konteks bersosialisasi dan melakukan komunikasi dari beberapa orang saja, tentu ada banyak manfaat yang dapat diambil, selain menambah wawasan dan pengetahuan, hal itu pun sering diambil sebagai upaya manfaat lain termasuk dari sisi ekonomi dari apa yang diperbincangkan, sebab banyak hal yang terungkap dari chit chat semacam itu. Apakah berkisar bisnis dan peluang usaha, atau sekedar penawaran jual beli dari suatu produk hingga mengupas berbagai hal termasuk tentang kesehatan dan politik. Interaksi sosial semacam ini sering terjadi dimana pun disetiap tempat kita berada.
Meskipun tak jarang dari mereka memiliki hobi dan kegemaran yang berbeda-beda, Hal itu malah menambah padatnya sisi pembahasan dan semakin manambah luasnya ruang yang dapat diperbincangkan sebagai searching pengetahuan bagi masing-masing pihak untuk diketahui dan mengetahui segala sesuatu dari apa yang diminati oleh lawan bicaranya. Hal inilah yang tidak didapat pada pendidikan formal selama mereka disekolah ditempat mereka menimba ilmu pengetahuan secara umum. Sebab begitu banyak hal yang tidak terungkap yang sepatutnya diketahui.
Dari komunikasi semacam ini, sesungguhnya harus disikapi bahwa pengalaman orang lain akan menjadi pengetahuan yang dapat secara mudah diambil sebagai sesuatu yang tidak lagi perlu mengecap atau mengalaminya sebagai proses hidup yang berulang.
Walau pada sisi tertentu, masih terdapat hal-hal yang secara spesifik tidak kita terima dan rasakan sepenuhnya. Akan tetapi seseorang masih dapat menangkap pengalaman orang lain tersebut dan tidak perlu lagi mengulangi jalan dari apa yang diceritakannya. Sebab pengalaman dari manapun adalah pelajaran yang menuntun kita pada pengetahuan akan sesuatu yang dialaminya.
Sering terjadinya kekeliruan berfikir dari seseorang, manakala justru pengalaman orang lain yang tidak diambil sebagai pelajaran hingga melakukan hal yang sama sebagai tahapan dari apa yang diusahakannya, termasuk dari cara memulai suatu usaha. Tentu saja hal itu akan membuang-buang waktu serta tidak menjadi efisien dalam mendapatkan akselerasi dan kecepatan usaha yang dirintisnya. Padahal, banyak dari mereka yang mengeluhkan kegagalannya justru menjadi kesempatan bagi seseorang untuk mengetahui hal tersebut untuk selanjutnya dapat dihindari jika kita berada pada profesi dan usaha yang sama.
Akibatnya, seseorang cenderung menjadi lambat dalam menerapkan efisien, baik waktu maupun biaya serta dirasakan kurang cepat berkembang. Oleh karena proses memulainya pada tahapan yang sama. Sikap kewaspadaan, ketelitian, antisipatif, proaktif, reaktif dan inovatif akan membuat siapapun lebih sigap dalam mengambil sikap dan alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk segera bertindak untuk menetapkan keputusannya. Oleh karena kecepatan dan kecermatan sering menjadi faktor penentu dalam memenangkan serta mengungguli pertarungan yang secara bisnis diterapkan.
Sebagai penutup, pada dasarnya banyak peristiwa yang perlu diambil sebagai pelajaran bagi seseorang terutama oleh generasi muda setelah kita, baik peristiwa kegagalan mau pun keberhasilan yang mereka dapatkan sehingga proses tersebut hanya perlu dilanjutkan saja tanpa mengulang dari cara dan proses yang sama. Termasuk menjadikan sumber daya yang perlu diolah secara cermat serta merencanakannya pada tahapan baik jangka pendek mau pun jangka panjang, atau dengan terobosan yang lebih kompleks dan efisien hingga menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar dari era digitalisasi saat ini. Sehingga generasi bangsa kita lebih memiliki keunggulan dari bangsa lain didunia.
Penulis : Andi Salim