144 Tahun Muhammadiyah Berkarya untuk Bangsa dan Semesta



HARIANMERDEKA.ID, Jogja- Dalam hitungan hijriah Muhammadiyah, dibulan Zulhijah 1444 H saat ini berusia 144 tahun, dalam rentang usia tersebut Ketua PPBMuhamadiyah  dr. Agus Taufiqurrahman mengatakan  tidak perlu diragukan lagi ke-Indonesiaan pada diri Muhammadiyah.

Kata dia, Sebagai organisasi sosial keagamaan yang telah lahir sejak sebelum kemerdekaan, Muhammadiyah telah banyak berbuat bagi kemajuan bangsa dan negara ini. 

"Tidak hanya dalam retorika dan teriakan ‘NKRI Harga Mati’, Muhammadiyah merealisasikan ke-Indonesiaannya melalui gerakan aksi nyata sebagai aktualisasi Islam Rahmatan lil Alamin" ujarnya.

Ia menegaskan, peran Kebangsaan yang dilakukan Muhammadiyah langsung dirasakan manfaatnya oleh negara, tak sedikit kader Muhammadiyah yang menerima gelar Pahlawan Nasional. 

Penting kita ketahui,  KH. Ahmad Dahlan, Nyai Ahmad Dahlan, Ir. Soekarno, Jenderal Soedirman, KH. Mas Mansur, KH. Fakhruddin, Ki Bagus Hadikusumo, Buya HAMKA, dan masih banyak lagi mereka lahir dari rahim Muhammadiyah.

“Tidak sering-sering pakai teriak NKRI Harga Mati, bagi Muhammadiyah bukan teriakan tapi karya untuk bangsa itu yang dilakukan sekarang.” Ungkapnya dalam Pengajian Tasyakur Milad Muhammadiyah Ke-114 yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta pada, Senin (26/06).

Sebagai upaya untuk menyambung semangat memajukan bangsa dan negara, ia mendorong agar dari rahim Muhammadiyah lebih banyak lagi melahirkan kader-kader unggul berkemajuan yang nantinya mewakafkan dirinya untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia. Dengan demikian, supaya kita bisa bersaing dengan negara lain pada tingkat global atau internasional.

Oleh karena itu, Muhammadiyah tengah berupaya melakukan gerakan internasionalisasi pemikiran dan gerakan. Saat ini, ada lebih dari 25 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara dan sudah beberapa cabang dan sudah berbadan hukum, sehingga bisa mendirikan amal usaha.

Seperti di Malaysia, ada Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) yang berdiri pada 2021 lalu, kemudian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Pengajaran Al Quran (TPA), dan lain – lain. Lalu, di Australia terdapat sekolah yang bernama Muhammadiyah Australia College (MAC), serta beberapa amal usaha di berbagai negara lainnya.

Dokter Spesialis Saraf ini menambahkan, bahwa untuk memajukan umat dan bangsa adalah harus diciptakan pusat-pusat keunggulan. Termasuk di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), di mana pendidikan merupakan pilar penting dalam meningkatkan daya saing bangsa ini di kancah internasional.

“Kuncinya adalah dengan menjadi center of excellent-nya Muhammadiyah. Selama UAD ini menjadi bagian dari center of excellent Muhammadiyah, sebetulnya kita telah mengamalkan bagian dari spirit dari Islam berkemajuan itu,” pungkasnya.



Sumber:Muhammadiyah