PCIM Britania Raya dan Irlandia Susun Program Kerja: Fokus pada Kolaborasi dan Keberlanjutan

 

Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Dewan Penasehat (PCIM) Britania Raya & Irlandia



HARIANMERDEKA.ID,Manchester– Setelah dilantik kurang dari sepekan, Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya & Irlandia langsung bergerak cepat dengan mengadakan rapat koordinasi untuk menyusun program kerja. Rapat yang berlangsung di tengah acara KIBAR UK Gathering 2024 di Manchester ini dipimpin oleh Ketua PCIM, Dyah Prawesti, dan dihadiri oleh para dewan penasehat PCIM UK. Sabtu (25/05).

Dalam pembukaan rapat, Dyah Prawesti menekankan pentingnya amanah yang diemban oleh kepengurusan saat ini, yang diberikan langsung oleh PP Muhammadiyah. "Ada amanah mulia yang harus kita emban. Beberapa target program yang telah ditetapkan akan dijalankan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di UK," ujar Dyah.

Rapat koordinasi ini mendapatkan berbagai dukungan dan masukan ide dari para dewan penasehat PCIM. Ahmad Kamil menyoroti pentingnya memecah program sesuai skala prioritas dan sumber daya yang dimiliki. "Program yang akan dipilih harus kita breakdown sesuai dengan skala prioritasnya, mana yang benar-benar dapat terealisasi sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang dimiliki PCIM," jelas Kamil.

Wahyu Hansudi menambahkan bahwa program kerja harus memiliki keberlanjutan agar dapat terus dijalankan meskipun kepengurusan berganti. "Program kerja ini harus berkelanjutan, meskipun kepengurusan berganti, program harus tetap bisa dijalankan oleh kepengurusan selanjutnya," kata Wahyu.

Abram Perdana menekankan pentingnya nilai tambah dalam setiap program kerja yang dicanangkan. "Perlu ada nilai tambah dalam setiap program kerja yang dicanangkan, agar program tersebut memiliki dampak yang signifikan," ujar Abram.

Y Hayyin juga menekankan perlunya diferensiasi yang menunjukkan keunikan program kerja di UK dibandingkan dengan tempat lain. "Perlu adanya diferensiasi yang menunjukkan keunikan antara program kerja di UK dan tempat lainnya," tambah Hayyin.

Rapat kali ini juga diikuti oleh Ketua Majelis Pemberdayaan Organisasi & Kerja Sama, Avan, yang menyarankan agar semua usulan dibawa ke agenda kegiatan Darul Arqom untuk dibahas lebih mendalam. "Semua usulan ini akan kita bawa ke agenda kegiatan Darul Arqom untuk dibahas lebih detail," kata Avan.

Dimas, anggota Majelis Pemberdayaan Organisasi & Kerja Sama, menambahkan bahwa acara Darul Arqom ini nantinya juga dapat melibatkan PCIA untuk ikut berkolaborasi. "Acara Darul Arqom ini tidak hanya untuk PCIM, tetapi juga dapat melibatkan PCIA untuk berkolaborasi. Ini bisa menjadi awal kerja sama antara PCIM UK & PCIA UK sebagai ikhtiar bersama untuk berdakwah melalui jalan Muhammadiyah," tambah Dimas.

Rapat berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka berdiskusi dengan serius dan produktif, memastikan bahwa program kerja yang disusun dapat memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik bagi kepengurusan baru PCIM Britania Raya & Irlandia dalam mewujudkan amanah dan target yang telah ditetapkan.