![]() |
| Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir |
HARIANMERDEKA.ID, Yogyakarta-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pentingnya mengaktualisasikan Pancasila secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Haedar mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi fondasi struktural dan filosofis bagi bangsa Indonesia.
"Pancasila sebagai 'philosophische grondslag' atau 'weltanschauung' harus benar-benar menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya di Yogyakarta, Sabtu (01/06).
Haedar menyoroti bahwa sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengharuskan bangsa Indonesia menjalani kehidupan berdasarkan keyakinan agama, menjauhi sekularisme, dan menghindari sikap antiagama. Ia juga mengingatkan bahwa pasal 29 UUD 1945 mengakui keberadaan agama, dan negara harus menghormati serta mendukung keyakinan agama warganya.
"Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler yang menjauhkan agama dari kehidupan," tegas Haedar.
Ia menekankan pentingnya pejabat negara menjalankan agama mereka dengan benar, menghindari korupsi, dan menyalahgunakan kekuasaan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, harus dijunjung tinggi dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menurut Haedar, tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia mengingatkan agar persatuan tidak hanya dipraktikkan ketika sejalan dengan kepentingan pribadi atau golongan tertentu.
Haedar juga menyoroti pentingnya sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dalam kehidupan politik dan demokrasi Indonesia. Ia mengkritik praktik pragmatis dan oportunistik yang sering terjadi demi kepentingan politik sesaat.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, juga menjadi perhatian Haedar. Ia menyoroti kesenjangan sosial dan kemiskinan yang masih menjadi realitas di Indonesia, serta dominasi oligarki politik dan ekonomi.
Haedar menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi retorika dan teori utopis. Pejabat di semua tingkat pemerintahan dan komponen bangsa lainnya harus benar-benar mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan nyata.
"Pancasila harus menjadi kata kerja, bukan hanya kata benda. Itulah yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita yang diimpikan para pendiri bangsa," pungkas Haedar.
