Muhammadiyah dan Tiongkok Buka Babak Baru Dialog Antaragama

 

Delegasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Urusan Agama Tiongkok dan diterima langsung oleh Direktorat Jenderal Urusan Agama, Wo Guosheng Rabu (12/06)


HARIANMERDEKA.ID,Beijing- Delegasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Urusan Agama Tiongkok dan diterima langsung oleh Direktorat Jenderal Urusan Agama, Wo Guosheng. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antara Muhammadiyah dan Tiongkok, terutama di bidang keagamaan.

Dalam pertemuan tersebut, Mu’ti, salah satu perwakilan Muhammadiyah, menyoroti luasnya jaringan pendidikan dan kesehatan yang dimiliki oleh Muhammadiyah.

 "Muhammadiyah memiliki 174 perguruan tinggi, 126 rumah sakit, dan 300 klinik, baik di Indonesia maupun luar negeri. Kami juga aktif dalam pembinaan generasi muda melalui berbagai organisasi seperti IPM, IMM, PM, dan NA," ungkap Mu’ti, Rabu (12/06)

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kyai Saad Ibrahim, menyampaikan bahwa kunjungan ini membuka peluang baik bagi kedua pihak, khususnya dalam aspek keagamaan. "Kami melihat ada kesamaan misi antara Muhammadiyah, Indonesia, dan Tiongkok dalam membangun persaudaraan melalui kebijakan hak beragama," ujar Kyai Saad.

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dikenal menjamin keselamatan, kesejahteraan, pendidikan, dan hak beragama bagi warganya, termasuk di daerah otonomi Uyghur, Xinjiang. Pemerintah Tiongkok telah membangun tempat ibadah masjid sebagai prioritas di wilayah mayoritas Muslim tersebut.

Hasil dari pertemuan ini, PP Muhammadiyah merencanakan untuk mengundang Direktorat Jenderal Urusan Agama Tiongkok dalam dialog-dialog keagamaan yang diadakan Muhammadiyah. "Kami berharap dapat bekerja sama membuat dialog antaragama atau bilateral dengan Tiongkok," tambah Mu’ti.

Langkah ini menandai babak baru dalam dialog antaragama, memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan Tiongkok dalam menciptakan harmoni dan persaudaraan lintas negara.

 

Sumber: Muhammadiyah