HARIANMERDEKA.ID, Purwokerto-Rapid Bena Matin, mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan Ayudya Dwi Ritmadini dari UIN Saizu Purwokerto, resmi terpilih sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) Banyumas 2024.
Pemilihan ini diumumkan pada acara Apresiasi Duta Genre Banyumas (Adugemas) yang berlangsung di Pendopo Si Panji Purwokerto pada Sabtu (07/09).
Acara yang diadakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Banyumas ini diikuti oleh 47 peserta yang terdiri dari 14 putra dan 33 putri.
Kepala DPPKBP3A Banyumas, Krisianto, menjelaskan bahwa para finalis diuji pengetahuannya tentang Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R), serta kemampuan berbicara di depan umum.
“Penilaian dilakukan berdasarkan wawasan dan kepribadian para peserta, karena mereka akan mewakili remaja sebagai Duta Generasi Berencana di Banyumas,” ujar Krisianto.
Setelah melalui berbagai tahap seleksi, dewan juri menetapkan Rapid Bena Matin sebagai juara pertama untuk kategori putra, diikuti oleh Muhammad Dafi Fauzan dari SMA Negeri 2 Purwokerto dan Kevin Hafizh Firjatullah dari SMK Negeri 1 Purwokerto sebagai juara kedua dan ketiga. Untuk kategori putri, Ayudya Dwi Ritmadini keluar sebagai pemenang, diikuti oleh Vanisa Firda Melati dari SMA Negeri 4 Purwokerto dan Nuur Syifa Fatimatuzzahro dari SMK Negeri 1 Purwokerto di posisi kedua dan ketiga.
Selain itu, gelar Duta Genre Favorit diberikan kepada Arrati Agusti Satrio Wibowo dari Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto dan Yuanita Aura Dewi dari Kecamatan Lumbir. Sementara, Fadillah Rizqi Prayoga dan Dista Putri Utami dari SMK Negeri 1 Purwokerto terpilih sebagai Duta Genre Influencer.
Krisianto menekankan pentingnya program Duta Genre sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui generasi muda. Menurutnya, tantangan yang dihadapi remaja di masa depan sangat kompleks, sehingga pembinaan melalui program Genre diharapkan mampu mengarahkan mereka untuk menjauhi pernikahan dini, perilaku seksual menyimpang, serta narkoba.
“Generasi muda perlu disiapkan agar dapat menghadapi berbagai masalah yang muncul, terutama menjelang bonus demografi 2030. Remaja yang sehat dan cerdas sangat penting untuk mengisi peluang ini,” tegas Krisianto.
Sebelum mencapai tahap grand final, para peserta telah mengikuti serangkaian pelatihan dan seleksi sejak 29 Agustus hingga 2 September 2024. Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Diah Pancasilaningrum, menjelaskan bahwa program Duta Genre bertujuan untuk menciptakan figur panutan di masyarakat yang dapat mensosialisasikan program Genre secara lebih luas.
Dewan juri dalam acara ini terdiri dari para profesional dan pejabat setempat, termasuk Slamet Hartono, Dra. Rustin Harwanti, Firda Mustika Galih Pamulan, Arbina Satria Afiatan, Galih Yoga Saputro, serta juri kehormatan Nungky Harry Rachmad.
