![]() |
| Foto: Ilustrasi serangan Israel ke pangkalan militer Rusia (REUTERS/AYAL MARGOLIN) |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Sebuah drone Israel dikabarkan menghantam pangkalan udara Rusia di Jableh, Suriah, pada Kamis (03/10), menyebabkan ledakan besar dan menghancurkan sebuah gudang senjata. Serangan ini dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, menambah ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Dilansir oleh Xinhua, serangan tersebut melibatkan drone dan rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur Israel, meratakan depot senjata yang terletak dekat dengan Pangkalan Udara Hmeimim, pangkalan terbesar Rusia di Suriah. Suara ledakan keras terdengar hingga ke lokasi yang cukup jauh, memicu respons cepat dari pertahanan udara Suriah dan pasukan Rusia. Kedua pihak dilaporkan menanggapi serangan tersebut sekitar 40 hingga 50 menit setelah kejadian.
Meski belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban, Sham FM, media pro-pemerintah Suriah, mengabarkan bahwa pertahanan udara sempat mencegat beberapa target di langit Jableh. Tim pemadam kebakaran juga segera dikerahkan ke lokasi setelah terlihat kolom api besar membumbung dari area yang diserang.
Serangan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan udara yang dilakukan Israel di Suriah, yang kerap menargetkan posisi militer yang berhubungan dengan Iran dan Hizbullah.
Situasi di wilayah tersebut semakin memanas, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan ini dengan seksama.
