![]() |
| Foto : Presiden Amerika Serikat Donald J Trump (Sumber :https://x.com/realDonaldTrump) |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menarik perhatian publik setelah mengunggah pesan Thanksgiving bernada keras yang menyoroti isu imigrasi dan kondisi sosial di Amerika Serikat. Dalam pernyataannya di platform X (sebelumnya Twitter), Trump menyampaikan salam “Happy Thanksgiving” kepada warga Amerika, namun dibarengi kritik tajam terhadap kebijakan imigrasi dan sejumlah pejabat pemerintah. Jumat(28/11)
Dalam unggahan panjang tersebut, Trump menuding bahwa Amerika Serikat “telah dibagi, dirusak, dan dihancurkan” akibat apa yang ia sebut sebagai kelengahan negara dalam menangani imigrasi. Ia mengklaim bahwa populasi warga asing di AS mencapai 53 juta orang dan menuduh sebagian besar di antaranya bergantung pada bantuan pemerintah. Trump juga menyoroti dampak sosial seperti kriminalitas, kemerosotan sekolah, dan lemahnya layanan publik yang menurutnya disebabkan oleh kebijakan imigrasi saat ini.
Trump kemudian menyoroti Negara Bagian Minnesota sebagai contoh, dengan menyebut komunitas imigran Somalia sebagai penyebab meningkatnya gang kriminal. Ia juga menyerang Gubernur Minnesota Tim Walz serta Anggota Kongres Ilhan Omar. Dalam pesannya, Trump menggunakan bahasa yang keras dan menuding Omar “tidak menghargai Amerika Serikat” serta berasal dari negara yang ia gambarkan sebagai “tidak stabil”.
A very Happy Thanksgiving salutation to all of our Great American Citizens and Patriots who have been so nice in allowing our Country to be divided, disrupted, carved up, murdered, beaten, mugged, and laughed at, along with certain other foolish countries throughout the World,…
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) November 28, 2025
Lebih lanjut, Trump berjanji bahwa jika kembali berkuasa, ia akan “menghentikan secara permanen” migrasi dari negara-negara dunia ketiga, mencabut manfaat federal bagi nonwarga negara, hingga mendeportasi individu yang dianggap sebagai “beban publik” atau tidak kompatibel dengan nilai-nilai Amerika. Ia menyebut rencananya sebagai upaya “reverse migration” untuk mengatasi kondisi negara.
Unggahan tersebut memicu reaksi luas karena bahasa yang digunakan dinilai sangat agresif dan dianggap mengarah pada penghakiman terhadap kelompok tertentu. Namun para pendukung Trump menyambut pernyataan itu sebagai sikap tegas terhadap isu imigrasi yang selama ini menjadi salah satu pesan utama dalam kampanyenya.
Di akhir pernyataannya, Trump tetap menutup pesannya dengan ucapan “Happy Thanksgiving”, namun disertai peringatan bahwa mereka yang “membenci dan merusak Amerika” tidak akan berada di negara itu dalam waktu lama.
