![]() |
| Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Pemberdayaan Masyarakat meluncurkan Program Kado untuk Guru Ngaji sebagai bentuk perlindungan sosial bagi guru ngaji dan pekerja informal. Program tersebut diluncurkan di Jakarta, Senin (23/12).
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa guru ngaji memiliki peran penting dalam menjaga ilmu dan akhlak di tingkat akar rumput. Karena itu, menurutnya, mereka tidak boleh dibiarkan tanpa perlindungan sosial yang memadai.
Pada tahap awal pelaksanaan program, tercatat sebanyak 10.389 guru ngaji telah terdaftar sebagai peserta. PBNU menargetkan program ini dapat menjangkau hingga 200.000 guru ngaji di seluruh Indonesia.
Gus Yahya menegaskan program tersebut merupakan ikhtiar sederhana namun bersifat mendasar, untuk memastikan para guru ngaji yang mengabdi dengan keikhlasan juga mendapatkan rasa aman serta hak-hak dasar yang layak.
PBNU, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak agar kesejahteraan dapat benar-benar dirasakan oleh mereka yang selama ini setia mengabdikan diri dalam membangun dan menghidupkan peradaban dengan penuh keikhlasan.
