Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir dari Aceh

 



HARIANMERDEKA.ID, Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi kepulangan 100 warganya yang terdampak banjir di Sumatera, khususnya di wilayah Bener Meriah, Aceh. Para warga tersebut sebelumnya telah berada di lokasi pengungsian selama sekitar tiga minggu. Dikutip HarianMerdeka, Senin (21/12).


Langkah pemulangan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan perlindungan pemerintah daerah terhadap warga Jawa Tengah yang bekerja dan menetap di luar daerah. Proses tersebut dilakukan setelah adanya koordinasi lintas instansi, mulai dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa seluruh warga telah diberangkatkan dan dijemput oleh pemerintah kabupaten masing-masing setibanya di Jawa Tengah.


“Sudah diberangkatkan dan sudah dijemput oleh Setda serta para bupati,” ujar Luthfi di Semarang, Sabtu (20/12).


Ia menjelaskan, dari total 100 warga yang dipulangkan, mayoritas berasal dari Kabupaten Cilacap sebanyak 54 orang dan Kabupaten Brebes 34 orang. Sisanya berasal dari Pemalang 7 orang, Kebumen 3 orang, serta masing-masing satu orang dari Pekalongan dan Grobogan.


“Paling banyak dari Cilacap dan Brebes. Rata-rata mereka bekerja sebagai peneres dan seluruh keluarga sudah kami hubungi,” jelasnya.


Proses pemulangan dilakukan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara melalui Bandara Takengon, Aceh, sekitar pukul 11.00 WIB. Pesawat sempat transit di Medan sebelum akhirnya mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, sekitar pukul 14.15 WIB.


Setelah tiba di Jakarta, Pemprov Jateng melalui Badan Penghubung menyediakan fasilitas istirahat dan konsumsi bagi para warga. Selanjutnya, transportasi lanjutan disiapkan berupa dua unit bus menuju Cilacap dan satu bus ke Brebes, sementara warga asal Grobogan dan Kebumen difasilitasi perjalanan menggunakan kendaraan travel.


Selain bantuan transportasi, Pemprov Jateng juga memberikan bantuan modal sementara bekerja sama dengan Baznas Jawa Tengah untuk membantu warga memulai kembali kehidupan di kampung halaman.


“Semua kebutuhan transportasi kita bantu, bahkan nanti mereka kita bekali modal usaha agar bisa bertahan dan melakukan pemulihan ekonomi di daerah masing-masing,” pungkas Luthfi.