KNPI dan NYC Indonesia Kecam Dugaan Serangan Militer AS ke Venezuela, Serukan Penyelesaian Lewat Dialog

 


HARIANMERDEKA.ID, Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) bersama NYC Indonesia menyerukan penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela melalui jalur dialog serta mediasi internasional. Seruan ini disampaikan menyusul pesan yang diterima dari Ketua Pemuda Non Blok Venezuela, Juan Pablo Tumbajoy, terkait dugaan agresi militer Amerika Serikat ke ibu kota Caracas.


Ketua Umum DPP KNPI yang juga Presiden NYC Indonesia, Tantan Taufiq Lubis, mengatakan informasi tersebut diterima dalam kapasitasnya sebagai Chairperson Gerakan Pemuda Non-Blok atau Non-Aligned Movement Youth Organization (NAMYO). Dalam pesannya, Juan Pablo menyebut bahwa tindakan militer yang dilaporkan terjadi di Caracas telah mengguncang Venezuela dan memicu keprihatinan komunitas internasional.


“Ini adalah hari yang menyakitkan bagi Amerika Latin dan gerakan pemuda yang percaya pada perdamaian. Tindakan militer tersebut tidak hanya berdampak pada Venezuela, tetapi juga pada stabilitas global,” ujar Juan Pablo dalam pesannya kepada HarianMerdeka Minggu (04/01).


Menanggapi hal tersebut, Tantan menilai bahwa penggunaan kekuatan militer bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. Ia menyebut, dari sudut pandang politik dan diplomasi, tindakan tersebut berpotensi melanggar Hukum Humaniter Internasional, Piagam Hak Asasi Manusia, serta melemahkan kerangka perdamaian regional yang selama ini didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


“Pendekatan militer bukanlah solusi. Kami memandang pentingnya menjunjung tinggi kedaulatan negara, perlindungan warga sipil, serta prinsip perdamaian sebagai nilai yang tidak dapat ditawar,” kata Tantan.


KNPI dan NYC Indonesia juga mengajak organisasi-organisasi pemuda internasional untuk menyuarakan solidaritas global demi kemanusiaan dan perdamaian dunia.


Menurut Tantan, seruan ini bukan ditujukan untuk menentang suatu negara, melainkan sebagai upaya kolektif membela nilai-nilai universal.


Sebagai bagian dari sikap tersebut, KNPI menyatakan solidaritas pemuda Indonesia terhadap rakyat dan pemuda Venezuela, serta mendorong penyelesaian konflik melalui mekanisme dialog dan mediasi. Tantan juga menyinggung sejarah intervensi politik di Amerika Latin yang dinilai kerap melanggar prinsip kedaulatan dan non-intervensi, termasuk kasus Panama pada akhir 1980-an.


“Segala bentuk agresi dan penjajahan tidak sejalan dengan nilai perikemanusiaan dan perikeadilan. Indonesia, sebagaimana ditegaskan dalam konstitusi dan semangat Dasa Sila Bandung 1955, secara konsisten menentang kolonialisme dan berkomitmen pada perdamaian dunia,” pungkasnya.(Red).