Mensos Luncurkan Pembangunan 104 Gedung Sekolah Rakyat di Kalsel


HARIANMERDEKA.ID, Banjarmasin — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meluncurkan pembangunan 104 titik Gedung Sekolah Rakyat yang dibarengi dengan launching Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/01) besok.


Gus Ipul mengatakan, pembangunan 104 Sekolah Rakyat tersebut dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.


Ia optimistis, apabila pembangunan berjalan sesuai rencana, maka pada periode 2026 hingga 2028 jumlah siswa Sekolah Rakyat dapat mencapai lebih dari 100.000 orang.


“Di pertengahan tahun nanti akan ada tambahan sekitar 100 titik lagi. Jadi total bisa lebih dari 200 gedung Sekolah Rakyat permanen. Kalau semua berjalan lancar, maka pada 2026–2028 jumlah siswanya bisa melampaui 100 ribu,” ujar Gus Ipul usai meninjau persiapan launching Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Minggu (11/01).


Dalam acara launching yang dipusatkan di Banjarmasin, Kementerian Sosial juga mengundang orang tua siswa untuk hadir. Menurut Gus Ipul, keterlibatan orang tua penting agar mereka merasa bangga dan termotivasi mendukung pendidikan anak-anaknya.


Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan. Tidak hanya memberikan pendidikan kepada anak, program ini juga mendorong pemberdayaan keluarga.


“Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Ketika anaknya lulus, orang tuanya diharapkan naik kelas menjadi keluarga yang lebih mandiri,” jelasnya.


Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung program Sekolah Rakyat, mulai dari kementerian terkait, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah.


“Kami berterima kasih kepada Menko Pemberdayaan, Kementerian PU, Bappenas, Kementerian Keuangan, Dikdasmen, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, TNI, Polri, serta para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang memberikan dukungan luar biasa,” katanya.


Lebih lanjut, Gus Ipul mengungkapkan bahwa manfaat Sekolah Rakyat tidak hanya dirasakan di bidang pendidikan, tetapi juga pada kesehatan dan pembentukan karakter siswa. Dengan sistem pendidikan berasrama dan asupan gizi yang memadai, kondisi fisik dan kesehatan siswa menunjukkan peningkatan.


“Karena pendidikannya 24 jam dan makanannya bergizi, pertumbuhan fisik siswa menjadi lebih baik. Kesehatan meningkat dan kasus anemia menurun,” pungkasnya.