SBY Khawatir Perang Dunia Ketiga, Desak PBB Gelar Sidang Darurat Pemimpin Dunia

 

Gambar Ilustrasi perang Dunia III AI


HARIANMERDEKA.ID, Jakarta — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap situasi global yang dinilainya semakin mengarah pada kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga. Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui akun x pribadinya @SBYudhoyono, Senin (19/01).


SBY mengatakan bahwa selama tiga tahun terakhir ia terus mengikuti perkembangan dunia, terutama dinamika geopolitik global dalam beberapa bulan terakhir. Sebagai seseorang yang telah puluhan tahun mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan, ia mengaku merasa cemas dan khawatir akan terjadinya prahara besar bagi umat manusia.


Menurut SBY, situasi dunia saat ini memiliki banyak kesamaan dengan kondisi menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua. Ia menyoroti munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya blok-blok persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer secara besar-besaran, serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.


SBY mengingatkan bahwa sejarah mencatat, meskipun tanda-tanda perang besar sudah tampak jelas, sering kali bangsa-bangsa di dunia gagal mencegahnya karena ketidakpedulian, ketidakberdayaan, atau ketidakmampuan untuk bertindak secara kolektif.


Ia juga menyinggung berbagai studi yang menyebutkan bahwa jika perang dunia, khususnya perang nuklir, benar-benar terjadi, kehancuran global tidak dapat dihindari. Korban jiwa diperkirakan bisa mencapai lebih dari lima miliar manusia, dengan musnahnya peradaban dan harapan umat manusia.


Meski demikian, SBY menegaskan bahwa perang dunia masih bisa dicegah, meskipun ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit. Ia menekankan bahwa doa saja tidak cukup tanpa disertai upaya nyata dari bangsa-bangsa di dunia.


Dalam pernyataannya, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif menggelar Sidang Umum PBB darurat (Emergency UN General Assembly) yang menghadirkan para pemimpin dunia. Sidang tersebut, menurutnya, harus difokuskan pada langkah-langkah konkret untuk mencegah krisis global berskala besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia baru.


SBY mengakui bahwa saat ini PBB sering dinilai tidak berdaya. Namun ia mengingatkan agar sejarah tidak mencatat PBB sebagai lembaga yang melakukan pembiaran dan tidak bertindak apa-apa di tengah ancaman besar terhadap dunia.


“Mungkin saja seruan itu seperti berseru di padang pasir,” tulis SBY. Namun ia berharap upaya tersebut dapat menjadi awal dari tumbuhnya kesadaran, kehendak, dan langkah nyata bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia.


SBY menutup pernyataannya dengan mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein bahwa kehancuran dunia bukan hanya disebabkan oleh orang jahat, tetapi karena orang-orang baik memilih diam. Ia menegaskan keyakinannya bahwa jika ada kehendak, maka akan selalu ada jalan.