![]() |
| Bupati Klaten Sri Mulyani |
HARIANMERDEKA.ID,Klaten-Pemerintah Kabupaten Klaten saat ini tengah
mempromosikan produk jamu agar lebih dikenal masyarakat, ramuan tradisional
selain menyehatkan juga merupakan salah satu warisan leluhur yang harus
dilestarikan.
Dalam kegiatan Sambang Warga yang selenggarakan di Desa Brangkal ,Kecamata
Wedi Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi jamu
hasil olahan para kader kesehatan
Saat mengunjungi stand jamu yang disiapkan petugas kesehatan Puskesmas
Wedi, Bupati Sri Mulyani sempat mencicipi jamu seduhan kunir asem.
“Terima kasih ya jamunya. Ternyata enak juga. Monggo warga Klaten minum
jamu” kata Bupati Sri Mulyani didampingi Sekretaris Daerah Klaten Jaka Sawaldi,
Asisten Pemerinthan dan Kesejahteraan Rakyat Rony Roekmito dan sejumlah pejabat
dihadapan ribuan warga yang menanti di tanah lapang.
Greget minum jamu salah satunya digawangi Sri Budiati. Tenaga bidan yang
bertugas di Puskesmas Wedi ini bersama kader desa bergerak memanfaatkan lahan
rumah yang kosong untuk ditanami tanaman obat keluarga atau toga.
“Jadi kita ingin mengajak masyarakat di sini untuk kembali ke alam. Jamu
ini produk lokal dari ibu – ibu paguyuban jamu di Kecamatan Wedi. Mereka adalah
kader-kader kesehatan yang menjual produk jamu setiap hari. Mereka dihimpun,
dibina dan dibantu dalam hal promosi melalui petugas kesehatan ” kata Budiati
(12/02).
Ditambahkan pembudidayaan tanaman obat ini untuk mengobati diri sendiri
dengan obat -obatan herbal. Jenis tanaman yang dibudidayakan seperti jahe
merah, jahe putih, jahe kencur, kunyit, temulawak sampai daun sirih. Ada dua
pilihan produk. Bagi masyarakat yang ingin langsung diminum ada produk botolan.
Sedang yang disimpan ada yang berbentuk serbuk.
“Untuk kelayakan konsumsi dan menjaga kualitas, petugas puskesmas terus
melakukan pembinaan dan kontrol. Jadi masyarakat jangan kuatir. Produk jamu
herbal binaan puskesmas di Klaten dijamin aman” kata Budiati.(Hms/Red)
Loading...
loading...
