Buku Babad Banyumas Karya Prof Sugeng Kembali Dilaunching

 


HARIANMERDEKA.ID,Purwokerto- Banyumas Institute Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerja sama dengan SIP Publising Purwokerto dan Program Studi Pendidikan Sejarah UMP menggelar diskusi dan peluncuran buku Babad Banyumas Versi Mertadiredjan dan Genealogi Dinasti Banyumas yang bertempat di Ruang Sidang Baru (RSB) lantai 2 FKIP UMP Senin (20/03)

"Saya ucapkan  terima kasih atas kepercayaan Prof Sugeng yang telah menerbitkan karya-karyanya melalui SIP, sehingga mampu membesarkan nama penerbitan tersebut seiring dengan karya-karya penulis yang cukup fenomenal " katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP UMP Dr Saefurrohman PhD berharap buku yang ditulis oleh Prof Sugeng mampu sampai dengan tepat kepada seluruh pembacanya.

"Semoga siswa-siswi maupun tenaga pendidik yang membaca baik di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun perguruan tinggi mampu memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai sejarah Banyumas," jelasnya. 

Lebih lanjut, Kepala Dinarpusda Banyumas Agus Anggraito AP MSi mengingatkan untuk tidak melupakan dan meninggalkan sejarah. Dengan sejarah bisa mengetahui berbagai permasalahan yang telah terjadi sekaligus solusi alternatifnya.

 

“Dengan sejarah kita juga dapat meneladani karakter positif dari pada pendahulu. Seperti halnya buku Babad Banyumas versi Martadiredjan ini yang sarat akan norma dan nilai yang relevan untuk diaktualisasikan dalam kehidupan masa kini," jelasnya.


Dalam sesi diskusi, Prof. Sugeng bercerita bahwa semasa kuliah ia tak sengaja masuk jurusan Pendidikan Sejarah, namun justru hal itu yang mengantarkannya menjadi guru besar ilmu sejarah seperti saat ini juga membuatnya menjadi penulis buku Babad Banyumas dengan beragam versi.


Dalam acara tersebut,  dihadiri oleh Wakil Dekan I FKIP UMP Dr. Saefurrohman PhD, Ketua Banyumas Institute UMP sekaligus penulis buku yakni Prof Dr Sugeng Priyadi MHum, perwakilan Bupati Banyumas, Dinas Pendidikan Banyumas, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Banyumas serta Purbalingga, Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas serta Purbalingga, kemudian Kaprodi Pendidikan Sejarah UMP, serta Guru MGMP Sejarah se-Banyumas. (***)