![]() |
| Aktivis dan Cendikiawan NU Islah Bahrawi |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta– Aktivis dan cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Islah Bahrawi, menyampaikan pernyataan tegas melalui akun media sosial X (Twitter) yang memicu perhatian warganet, khususnya kalangan Nahdliyin. Kamis (27/11).
Dalam unggahannya, Islah menegaskan bahwa dirinya sebagai Nahdliyin kelas jelata hanya bisa berdoa agar pihak-pihak yang dinilai merusak persatuan NU mendapat balasan setimpal.
“Saya hanya cukup berdoa, semoga mereka yang memecah belah NU demi kepentingan pribadi atau kelompoknya akan menghadapi kesengsaraan fid dunya wal akhiroh,” tulis Islah dalam unggahannya.
Ia juga menambahkan bahwa meski dirinya mungkin dianggap tidak berilmu dan doa tersebut dianggap tidak ijabah, ia tetap menyampaikan sikapnya sebagai bagian dari warga NU yang tidak pernah hidup bergantung pada organisasi.
“Setidaknya saya tidak pernah numpang hidup kepada NU, memecah belah, apalagi mengkhianati cita-cita para Muassis NU,” tegasnya.
Pernyataan Islah Bahrawi tersebut muncul di tengah dinamika internal yang belakangan mencuri perhatian publik, terutama menyangkut adanya pihak-pihak yang dituding memanfaatkan NU untuk agenda kekuasaan maupun kepentingan kelompok tertentu.
Unggahan Islah mendapat respons beragam dari warganet. Banyak yang menyatakan dukungan, menyebut suara Islah sebagai representasi dari Nahdliyin akar rumput yang resah terhadap munculnya perpecahan di tubuh organisasi besar tersebut.
Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pihak-pihak yang disindir dalam pernyataan itu. Namun, suara Islah Bahrawi menambah daftar tokoh yang menyuarakan kegelisahan akan pentingnya menjaga marwah NU dan warisan perjuangan para pendirinya.(*)
Sebagai Nahdliyin kelas jelata, tidak berilmu dan bukan ahli ibadah, saya hanya cukup berdoa, semoga mereka yang memecah belah NU demi kepentingan pribadi atau kelompoknya, akan menghadapi kesengsaraan fiddunya wal akhiroh.
— Islah Bahrawi (@islah_bahrawi) November 27, 2025
Mungkin doa saya ini dianggap tidak akan ijabah karena…
