![]() |
| Ilustrasi program makanan bergizi gratis di Kabupaten Brebes |
HARIANMERDEKA.ID, Brebes – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, memicu kehebohan setelah ditemukan telur puyuh busuk dan berbelatung yang dibagikan kepada siswa, dan viral di media sosial. Dugaan awal, masalah ini muncul karena kelalaian serius dalam prosedur pengadaan bahan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Tambah Raharjo, menegaskan, telur puyuh yang dibagikan dibeli dalam kondisi matang dan sudah dikemas plastik.
“Telur puyuh itu dibeli dalam kondisi matang dan sudah dikemas plastik. Seharusnya kejadian telur busuk dan berbelatung tidak terjadi jika sejak awal lebih teliti dalam memilih bahan baku,” katanya, Sabtu (20/12) dikutip HarianMerdeka dari HarianBumiayu.
Menurutnya, pembelian bahan pangan seharusnya dilakukan dalam kondisi mentah, sehingga kualitas dapat diawasi sejak awal. Praktik pengadaan yang terburu-buru dan lalai ini berpotensi menempatkan siswa sebagai korban langsung.
Dinkes Brebes kini menginstruksikan investigasi menyeluruh, mulai dari proses pembelian, pemasakan, hingga penyajian makanan.
“Petugas di Ketanggungan diminta menelusuri seluruh rangkaian proses, dari pembelian sampai makanan tersaji,” tegas Tambah.
Petugas kesehatan lingkungan dan gizi dari Puskesmas Ketanggungan juga turun tangan memeriksa langsung, untuk memastikan penyebab kontaminasi dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kejadian ini mencuat setelah foto dan video memperlihatkan telur puyuh matang dalam kemasan plastik berisi empat butir, penuh belatung, yang dibagikan di beberapa sekolah.
Dinkes menegaskan akan mengevaluasi total pelaksanaan MBG, terutama prosedur pengadaan yang diduga lalai, demi menjamin keamanan dan kesehatan siswa penerima manfaat.(***)
