Banjir Bandang Sungai Keruh Terjang Bumiayu, Warga Kehilangan Rumah dan Terpaksa Mengungsi

 



HARIANMERDEKA.ID, Brebes – Banjir bandang kembali melanda wilayah selatan Kabupaten Brebes. Luapan Sungai Keruh yang terjadi pada Sabtu (24/01) malam menyebabkan rumah warga hanyut, akses jalan terputus, serta memaksa puluhan keluarga mengungsi demi keselamatan.


Bencana ini dipicu hujan berintensitas tinggi yang turun tanpa henti sejak Jumat pagi hingga malam hari. Sekitar pukul 23.00 WIB, debit air Sungai Keruh meningkat drastis dengan arus deras yang menghantam permukiman warga di Desa Dukuhturi dan Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu.


Dampak paling parah dirasakan warga yang tinggal di bantaran sungai. Air bah datang tiba-tiba, membuat warga hanya sempat menyelamatkan diri dan membawa barang-barang seadanya.


Selain merusak rumah, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga. Akses jalan kabupaten tidak dapat dilalui akibat tergerus arus, sejumlah lahan pertanian rusak, serta jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bumiayu turut terdampak.


Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah melalui Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto, S.E., menyampaikan bahwa kerusakan paling signifikan terjadi di beberapa desa.


Di Desa Dukuhturi, tepatnya RT 001 RW 001, tercatat empat unit rumah hanyut, sementara di RT 005 RW 001 terdapat enam rumah mengalami rusak berat.
Di Desa Kalierang, RT 001 RW 001, tiga rumah dilaporkan hanyut, dan sepuluh rumah lainnya rusak berat.


Sementara itu, di Dukuh Kweni, Desa Adisana, banjir menyebabkan delapan rumah rusak berat, puluhan hektare sawah terendam dan rusak, serta badan jalan kabupaten tidak bisa dilalui kendaraan.


“Sebagian besar warga yang tinggal di sekitar aliran sungai terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sejak Sabtu pagi,” ungkap AKP Edi Mardiyanto.


Menanggapi bencana tersebut, Wakil Bupati Brebes Wurja, S.E., bersama anggota DPRD Kabupaten Brebes H. Nur Endro, S.H., Kepala Pelaksana BPBD Drs. Budhi Darmawan, M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Laode Vindar Aris, M.Si., serta unsur Forkopimcam Bumiayu, turun langsung meninjau lokasi terdampak sekitar pukul 09.30 WIB.


Usai peninjauan, pemerintah daerah bersama dinas terkait menggelar rapat koordinasi terbatas guna membahas langkah penanganan darurat dan pascabanjir di Desa Kalierang, Desa Adisana, Desa Penggarutan, dan Desa Dukuhturi.


Pemerintah daerah memastikan fokus utama saat ini adalah keselamatan warga, penanganan pengungsi, pendataan kerusakan, serta upaya pemulihan infrastruktur dan layanan dasar.


Banjir bandang Sungai Keruh menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Brebes, sekaligus menegaskan pentingnya mitigasi, normalisasi sungai, dan perlindungan kawasan hulu demi mencegah kejadian serupa terulang.