Bupati Banyumas Sambut 160 Mahasiswa KKN Unsoed, Tekankan Penguatan Mitigasi Bencana Desa

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara resmi menerima 160 mahasiswa Unsoed yang akan melaksanakan program KKN di pendopo Sipanji Rabu (07/01) Foto :Ist.


HARIANMERDEKA.ID, Purowkerto – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara resmi menerima 160 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Banyumas. Kegiatan penerimaan digelar di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Rabu (07/01).


Acara tersebut dihadiri Rektor Unsoed Purwokerto Prof. Akhmad Sodiq, jajaran civitas akademika Unsoed, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta para peserta KKN.


Program KKN Unsoed tahun ini mengusung pendekatan kolaboratif antara KKN tematik reguler, pemberdayaan masyarakat, dan tematik penurunan risiko bencana. Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas dan ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana.


Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq menjelaskan, mahasiswa telah mendapatkan pembekalan khusus, termasuk kerja sama dengan BPBD Banyumas, agar siap terjun dan berkolaborasi dengan masyarakat di desa.


“Kami berharap mahasiswa benar-benar siap, matang, dan mampu bekerja bersama masyarakat ketika berada di lapangan,” ujarnya.


Ia menyampaikan, pelaksanaan KKN akan berlangsung selama 35 hari dengan lokasi di sembilan desa di Kecamatan Somagede dan enam desa di Kecamatan Kedungbanteng. Program kerja yang disusun disesuaikan dengan potensi bencana dan karakteristik masing-masing wilayah.


Selain fokus mitigasi bencana, mahasiswa juga diarahkan untuk berkontribusi melalui lima tema utama, yakni bidang ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan desa.


Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyambut baik kehadiran para mahasiswa dan menilai KKN sebagai momentum penting bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengabdian masyarakat.


Menurutnya, KKN bukan hanya sarana penerapan ilmu, tetapi juga proses pembelajaran sosial yang menuntut mahasiswa hadir, mendengar aspirasi warga, memahami persoalan desa, serta ikut mendampingi masyarakat dalam mencari solusi.


Tema KKN “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat menuju Indonesia Emas 2045” dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah maupun nasional.


Sadewo berharap para mahasiswa mampu menggali potensi lokal desa dan merancang program yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Banyumas.(Asr).