![]() |
| Jakarta-Juru Bicara Anak Muda PDI Perjuangan, Saiful Mujab |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta-Juru Bicara Anak Muda PDI Perjuangan, Saiful Mujab, menegaskan bahwa pembahasan mengenai sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik secara langsung maupun tidak langsung, harus tetap berorientasi pada kepentingan dan kedaulatan rakyat. Minggu,(11/01).
Pernyataan tersebut disampaikan Saiful dalam konferensi pers Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium. Ia menilai bahwa persoalan politik uang tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengurangi hak masyarakat dalam menentukan pemimpinnya.
Menurut Saiful, PDI Perjuangan berpandangan bahwa demokrasi harus diperkuat, bukan justru dipersempit. Ia mengutip pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang disampaikan dalam pidato Rakernas sehari sebelumnya. Megawati mengingatkan agar arah demokrasi Indonesia tidak berjalan mundur atau tidak konsisten.
“Pesan tersebut menjadi refleksi penting agar demokrasi kita terus bergerak maju, bukan maju mundur atau berjalan di tempat,” ujar Saiful.
Ia menilai wacana perubahan sistem Pilkada perlu dikaji secara mendalam agar tidak menjauhkan rakyat dari proses politik. Menurutnya, momentum diskusi saat ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat demokrasi substantif yang benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat.
Saiful juga menyampaikan bahwa sikap resmi PDI Perjuangan terkait sistem Pilkada akan diumumkan secara terbuka pada penutupan Rakernas. Ia menegaskan, keputusan partai akan berpijak pada prinsip menjaga partisipasi dan kedaulatan rakyat dalam demokrasi.
Penutupan Rakernas PDIP dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/01).
