![]() |
| Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalijurang Sabtu (07/03) (Foto : Alex) |
HARIANMERDEKA.ID, Brebes — Warga Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalijurang. Bau tersebut kerap tercium hingga ke permukiman warga, terutama saat dilakukan perataan tumpukan sampah menggunakan alat berat. Sabtu, (07/03).
Salah satu warga, Warsono (50), mengatakan bau tidak sedap sering muncul ketika alat berat jenis excavator digunakan untuk merapikan dan meratakan sampah di area TPA. Menurutnya, aroma menyengat tersebut bisa sampai ke rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kalau sampah sedang diratakan pakai beko, baunya sangat menyengat dan sampai ke rumah warga,” ujarnya.
Warsono menuturkan kondisi tersebut sudah beberapa kali terjadi. Ia berharap pengelolaan TPA dapat dilakukan lebih maksimal agar bau yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Sementara itu, Kepala UPT DLH Wilayah Bumiayu Kabupaten Brebes, Abdullah Sudrajat, menjelaskan bahwa TPA Kalijurang setiap hari menerima sekitar 40 ton sampah. Sampah tersebut berasal dari enam kecamatan di wilayah Brebes bagian selatan, yakni Bumiayu, Tonjong, Sirampog, Paguyangan, Bantarkawung, dan Salem.
Menurutnya, bau menyengat sempat terjadi karena adanya penumpukan sampah dari Desa Bentar dan Pasar Bentar di Kecamatan Salem yang selama sekitar tiga minggu belum diangkut ke TPA. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan pengangkutan sampah dari wilayah tersebut.
“Kami turun langsung ke Salem untuk mengangkut sampah yang menumpuk. Proses pengangkutan dilakukan pada hari Jumat kemarin, namun saat itu kondisi hujan lebat sehingga memicu bau yang cukup kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat perataan menggunakan alat berat, lapisan sampah yang sebelumnya tertutup dapat terbuka kembali. Kondisi itu membuat bau dari tumpukan sampah menjadi lebih terasa.
Untuk mengurangi dampak bau, pihak pengelola juga melakukan penyemprotan eco enzyme di beberapa area TPA. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan bau yang muncul dari tumpukan sampah.
Abdullah menegaskan pihak UPT DLH Bumiayu akan terus berupaya melakukan penataan dan pengelolaan TPA Kalijurang agar dampak terhadap masyarakat sekitar dapat diminimalkan.(Alex)
