Di Tengah Cuaca Ekstrem Inggris, PCIM Britania Raya Berbagi Kebahagiaan Asyura dengan 100 Anak Yatim di Ancol

 

 

PCIM Britania Raya-Irlandia Tetap Berbagi dengan 100 Anak Yatim di Ancol


 

HARIANMERDEKA.ID, London – Semangat berbagi di Hari Asyura tidak surut meski harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya & Irlandia berkolaborasi dengan Pemuda Berjamaah (PB) menggelar buka puasa Asyura bersama 100 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur'an di kawasan Ancol, Jakarta, Kamis (25/06), bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan tersebut berlangsung di saat para pengurus PCIM Britania Raya & Irlandia yang berada di Inggris menjalankan puasa Asyura selama sekitar 18 jam, bersamaan dengan gelombang panas ekstrem yang melanda Inggris Raya.

Berdasarkan data Met Office, suhu di Yeovilton, Somerset, mencapai 36,4 derajat Celsius pada Hari Asyura, menjadikannya hari terpanas yang pernah tercatat di Inggris untuk bulan Juni. Otoritas meteorologi Inggris juga mengeluarkan peringatan merah cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Inggris bagian selatan, tengah, dan Wales selatan karena suhu diperkirakan dapat menembus 38 derajat Celsius.

Ketua PCIM Britania Raya & Irlandia, Ince Dian, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi warga Muslim Indonesia yang menjalankan ibadah puasa di Inggris. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semangat untuk berbagi dengan masyarakat di Indonesia.

"Puasa Asyura tahun ini menjadi pengalaman tersendiri bagi kami di Inggris. Selain durasinya yang panjang karena musim panas, kami juga menghadapi suhu udara yang tidak biasa tinggi, bahkan bertepatan dengan hari terpanas yang pernah tercatat di Inggris untuk bulan Juni. Namun justru di tengah kondisi itu, kami ingin tetap menghidupkan semangat berbagi dengan saudara-saudara kita di Indonesia, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa," ujar Ince Dian.

Melalui kolaborasi dengan Pemuda Berjamaah sebagai panitia lokal, kegiatan di Ancol menghadirkan 100 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur'an. Selain berbuka puasa bersama, para peserta menerima santunan serta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dalam rangka memperingati Hari Asyura.

Ketua Pemuda Berjamaah, M Aqshal Fadhillah, menjelaskan salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah sesi video call secara langsung yang menghubungkan peserta di Ancol dengan pengurus PCIM Britania Raya & Irlandia di Inggris.

PCIM Britania Raya & Irlandia berkolaborasi dengan Pemuda Berjamaah (PB) menggelar buka puasa Asyura bersama 100 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur'an di kawasan Ancol



Sesi tersebut menghadirkan Thareq, pengurus PCIM Britania Raya & Irlandia yang sedang menempuh pendidikan di Oxford University. Anak-anak peserta dapat berdialog secara langsung sekaligus memperoleh motivasi mengenai pentingnya pendidikan dan semangat meraih cita-cita.

"Sesi video call dengan Oxford University ini merupakan salah satu sesi yang paling berkesan karena menumbuhkan motivasi dan semangat dari para panitia dan peserta yang ada di Ancol," kata Aqshal.

Keceriaan juga dirasakan para peserta. Putri, salah satu anak dari Panti Asuhan Muhammadiyah Tebet Timur, mengaku terkesan dengan lokasi dan suasana kegiatan.

 "Tempatnya ballroom, ada pantainya, bisa lihat pemandangan. Tempatnya mewah banget, terus makanannya juga enak-enak," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan.

"Semoga Pemuda Berjamaah dan PCIM Britania Raya & Irlandia makin sukses, makin lancar rezekinya, dan bisa membuat acara yang lebih besar lagi," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PCIM Britania Raya & Irlandia ingin menunjukkan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang untuk terus menebarkan manfaat. Di tengah tantangan puasa hingga 18 jam dan gelombang panas ekstrem di Inggris, semangat berbagi kepada anak yatim dan dhuafa di Tanah Air tetap menjadi prioritas sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah antarumat.