Didatangi Ganjar,Purmanto Tuna Netra Pembuat Besek dapat Bantuan RTLH





HARIANMERDEKA.ID, Semarang-Parti dan suaminya, Purmanto, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Pasalnya mimpi merenovasi rumah yang ditinggalinya sekeluarga lebih dari setengah abad itu , akan segera terwujud.Parti pun  tak menyangka orang nomor satu di Jawa Tengah itu mendatangi rumahnya Rabu (16/06).


 “Njenengan nyambut damel napa pak (pekerjaannya apa pak)?” tanya Ganjar, menyapa Purmanto yang duduk di depan kediamannya.


 “(bikin) besek pak,” tutur Purmanto yang juga penyandang disabilitas tersebut.


Ganjar lantas berdialog dengan Parti, soal kondisi rumahnya. Rumah tersebut menurutnya merupakan peninggalan dari orang tuanya dan belum pernah direnovasi. Konstruksi rumahnya menggunakan kayu, dan kondisinya sudah mengalami pelapukan.


 Beberapa kayu yang menyekat antara ruang tengah dengan kamar tampak tak utuh lagi. Bahkan ada yang menggantung dan tidak menyangga ke tanah. Ada total tiga kamar di rumah tersebut.


 “Meh digawe kayak piye bu? Iki kan (omahe) gedhe, sing didandani cilik wae sak cukupe wae (mau dibuat seperti apa? Ini kan besar, yang diperbaiki kecil saja, secukupnya),” kata Ganjar pada Parti.


 “Nggih Pak, sampun kula manut mawon (Iya Pak, saya ikut saja),” sahutnya.


 Ganjar gembira dengan respon Parti, dan langsung menghubungi seseorang. Ternyata, Ganjar menghubungi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko.


 “Ini saya di Kabupaten Semarang, liat RTLH (rumah tidak layak huni). Nah coba mas dibuatkan atau kirim besok ke sini, kalau ada tenaganya sekarang boleh. Terus buatkan desain. Omahe menurutku gedhe, tapi bolong-bolong,” tutur Ganjar, saat menelpon Kadisperakim Jateng.


 Usai menelpon Kadisperakim, gubernur kembali menyampaikan niatnya membantu Parti dan keluarga. Ganjar berharap, nantinya pembangunan rumah berjalan dengan baik, dan rumahnya jadi layak huni.


“Matur nuwun Pak Ganjar, diberikan bantuan. Diperbaiki rumahnya, seneng,” tutur Parti.

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengingatkan warga untuk disiplin protokol kesehatan. Apalagi, di desa tersebut masih nihil kasus Covid-19.


 “Dijaga terus ya bapak ibu, maskere dipakai terus nggih. Jogo tonggonya digerakkan, yang keluar masuk dicateti. Pun pamit nggih,” pungkas Ganjar

0 Komentar

Posting Komentar