Telan Korban Jiwa, GMNI Desak Pemerintah Cabut Ijin Operasi PT. SMGP

Sumber foto; Suara.com

HARIANMERDEKA.ID, Jakarta,- Tragedi kebocoran gas PT Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) pada Minggu, 24 April 2022 telah meyebabkan sejumlah warga sekitar meninggal dunia dan puluhan warga dilarikan ke rumah sakit diduga karena keracunan Gas PT SMGP yang bocor.

Informasi lapangan yang diterima oleh DPP GMNI, semburan lumpur panas setinggi lebih dr 30 meter disertai dengan bau gas menyengat terjadi di ring pengeboran panas bumi milik PT SMGP di Desa Sibanggor Julu, Mendailing Natal. Peristiwa kebocoran Gas PT. SMGP telah terjadi berulng kali, setidaknya dalam kurun waktu 2 tahun terakhir telah terjadi sebanyak empat kali. Parahnya memasuki awal tahun 2022 telah terjadi sebanyak 2 kali, yakni di bulan Maret dan April 2022. 

Ketua DPP GMNI Bidang Perindustrian, Qomarudin, angkat bicara perihal tragedi tersebut, menurutnya PT. SMGP yang telah banyak merugikan masyarakat tersebut harus segera dicabut izin operasionalnya karena bertentangan dengan UU No 21 Tahun 2014 Tentang Panas Bumi, dimana didalam pasal demi pasal yang tertera didalam Undang-Undang tersebut, kelestarian lingkungan dan masyarakat harus diperhatikan.

Qomarudin (kiri), Ketua DPP GmnI Bidang Perindustrian

Qomar menilai PT SMGP tidak layak beroperasi karena telah gagal menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya. “segala bentuk operasional dari PT. SMGP harus segera dihentikan dan izin operasionalnya harus dievaluasi dan dicabut sebagai bentuk tanggung jawab mereka atas ketidakbecusan dan kelalaian perusahaan dalam menjalankan SOP hingga merenggut korban jiwa, tegasnya.

“kami dari DPP GMNI akan mendorong Kementerian ESDM untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini,” imbuh Qomar.

Senada dengan Qomar, Di tempat yang berbeda, Syam Firdaus Jafba yang juga merupakan pengurus DPP GMNI mengutuk keras kejadian keracunan tersebut dan menuntut PT.SMGP untuk bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut.

“saya menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut sehingga menimbulkan korban jiwa dari masyarakat di Desa Sibanggor Julu, Mandailing Natal. ini bukanlah kejadian yang pertama kali, namun sudah sangat sering terjadi” tegas Syam.

Kemudian Syam juga menegaskan bahwa pihaknya akan Menuntut agar PT. SMGP bertanggung jawab terhadap para korban untuk memberikan kompensasi yang layak,” imbuh Syam.

Lebih Lanjut, Syam mengajak seluruh GMNI se-Sumatera Utara untuk ikut mengawal dan terus mengawasi hingga izin operasi PT.SMGP dicabut dan mereka bertanggung jawab terhadap para korban.

0 Komentar

Posting Komentar