Adaptasi Perubahan Iklim, BEM Akprind University Sosialisasikan Sekolah Sampah di Kulon Progo

 

Universitas AKPRIND Indonesia melaksanakan sosialisasi program “Rintisan Sekolah Sampah Bantala Abyudaya” di Kelurahan Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo. Acara ini digelar di Joglo Bantala Abyudaya, Padukuhan Kroco, Sabtu (15/06).


HARIANMERDEKA.ID, Kulon Progo – Dalam upaya mendukung mitigasi perubahan iklim dan penanganan sampah, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas AKPRIND Indonesia melaksanakan sosialisasi program “Rintisan Sekolah Sampah Bantala Abyudaya” di Kelurahan Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo. Acara ini digelar di Joglo Bantala Abyudaya, Padukuhan Kroco, Sabtu (15/06).

Program ini mendapat pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek 2024, bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa dalam pembangunan desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I, Prof. Dr. Anak Agung Putu Susastriawan, S.T., M.Tech., Kepala Bidang Penataan dan Pengendalian Lingkungan DLH Kulon Progo, Toni, S.IP., M.AP., Lurah Sendangsari, Suhardi, Kepala Dukuh Kroco, Slamet Supriyono, ketua dan pengurus Proklim Bantala Abyudaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat Sendangsari, dan perwakilan karang taruna.

Prof. Agung dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan pertama mahasiswa Akprind University di wilayah Sendangsari untuk mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim khususnya dalam penanganan sampah dan ketahanan pangan, demi kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih kepada Ketua Proklim Bapak Sugiyanto dan Bapak Slamet Supriyono atas arahan dan fasilitasnya untuk Tim PPK Ormawa BEM mulai dari penyusunan program hingga nanti selama berkegiatan di wilayah Padukuhan Kroco, Sendangsari,” ujar Prof. Agung.

Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dengan dukungan dari program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Suhardi berharap kerja sama Desa Sendangsari dengan Universitas AKPRIND Indonesia dapat mewujudkan visi Desa Sendangsari menjadi Desa Eduwisata-Preneur. “Kami akan mendukung penuh program ini. Apabila ada hal atau sesuatu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk keberlangsungan dan keberhasilan program ini, kami siap untuk membantu,” katanya.

Toni juga mengungkapkan terima kasih atas partisipasi dan antusiasme mahasiswa dan warga penggiat lingkungan. “Harapannya program ini dapat mengatasi penumpukan sampah di masa depan dan semoga seluruh pihak yang terlibat tetap konsisten menjalankan program ini,” ujarnya.

Ketua Tim PPK Ormawa BEM, Alan Primayoga dari Program Studi Teknik Lingkungan didampingi Dosen Pendamping Dr. Emy Setyaningsih, S.Si., M.Kom., mengenalkan dan memaparkan tujuan serta program kerja yang akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan di Desa Sendangsari.

“Program ini membentuk Rintisan Sekolah Sampah untuk pengembangan karakter dari anak usia dini hingga orang tua, agar lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam penanganan sampah secara mandiri,” paparnya.

Pembentukan Sekolah Sampah akan mencakup pembentukan kelembagaan dan kurikulum, sarana dan prasarana percontohan pengelolaan dan pengolahan sampah, serta pelatihan bagi trainer sekolah sampah. Selain itu, mereka juga akan menyiapkan website untuk mempromosikan Sekolah Sampah.

0 Komentar

Posting Komentar
HARIANMERDEKA.ID Merupakan Platform media digital untuk mempromosikan semua jenis kebutuhan anda, publikasi event, Loker, produk, CSR, publikasi perusahaan dan lain-lain, konfirmasi pembayaran hub no berikut :+6285951756703 atau +44-7789-103960
DMCA.com Protection Status Seedbacklink Banner BlogPartner Backlink.co.id