Gunung Semeru Aktif: 30 Kali Gempa Letusan dalam Satu Pagi, Masyarakat Diminta Waspada


Penampakan Gunung Semeru Erupsi. (Instagram)


HARIANMERDEKA.ID, Lumajang-Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami aktivitas gempa letusan yang signifikan pada Sabtu pagi (13/07). Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat bahwa dalam rentang waktu pukul 00.00-06.00 WIB, terjadi sebanyak 30 kali gempa letusan atau erupsi.

Menurut Yadi Yuliandi, petugas pos pengamatan gunung, gempa-gempa tersebut memiliki amplitudo antara 14 hingga 23 mm dengan durasi bervariasi antara 93 hingga 174 detik. Selain gempa letusan, juga tercatat 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-4 mm dan tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm.

Secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas meskipun terkadang tertutup kabut ringan. Asap kawah tidak terlihat, dan cuaca sekitar gunung cenderung cerah hingga berawan dengan angin bertiup dari arah barat.

Gunung Semeru saat ini berada dalam status Siaga (Level III). PVMBG telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung. Di luar itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas di sepanjang sungai dengan jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berisiko terkena bahaya awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, penduduk di radius lima kilometer dari kawah gunung diminta untuk tidak beraktivitas karena berpotensi terkena lontaran batu pijar. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang bermuara di Besuk Kobokan.

Kondisi ini menegaskan pentingnya kesigapan masyarakat dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya dari aktivitas Gunung Semeru yang masih dinamis. PVMBG terus memantau perkembangan gunung ini dan memberikan informasi terkini kepada publik untuk menjaga keselamatan bersama.(***)


Sumber:Antara