![]() |
| Aksi Free Palestine Network (FPN) menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat |
HARIANMERDEKA.ID, Jakarta – Aksi Free Palestine Network (FPN) menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai bentuk protes terhadap agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela. Dalam aksinya, FPN mengecam keras kebijakan luar negeri AS yang dinilai terus menunjukkan brutalitas dan perusakan terhadap kedaulatan negara lain. Rabu (06/01).
FPN menilai agresi Amerika Serikat ke Venezuela sebagai bukti berulang dari kebijakan imperialis AS yang menghancurkan negara, membunuh rakyat sipil, serta menjarah sumber daya alam.
Menurut FPN, tindakan tersebut mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat merupakan sumber utama terorisme dan kekacauan global.
“Jejak kehancuran akibat intervensi Amerika Serikat dapat dilihat di berbagai negara seperti Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, dan Palestina,” demikian pernyataan FPN dalam aksi tersebut.
FPN juga menyoroti catatan sejarah AS yang disebut telah menyebabkan kematian lebih dari 20 juta rakyat di 37 negara sejak Perang Dunia II. Selain itu, Amerika Serikat disebut terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim pemerintahan di berbagai negara sejak tahun 1945.
Agresi terhadap Venezuela, menurut FPN, merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Pasal 1 dan Pasal 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan suatu bangsa.
Melalui pernyataan yang disampaikan oleh Dr. Dina Sulaeman, Pengamat Timur Tengah, analis geopolitik, dan dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, FPN menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah berani dan tegas guna menghentikan agresi Amerika Serikat serta mengakhiri praktik unilateralisme dalam politik global.
Aksi Free Palestine Network (FPN) demonstrasi di depan Kedubes AS.
— Dina Sulaeman (@dina_sulaeman) January 6, 2026
FPN mengutuk keras agresi Amerika Serikat pada Venezuela. Agresi Amerika Serikat ini adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah… pic.twitter.com/2Qaj8U85WD
Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Dina Sulaeman melalui akun Twitter pribadinya Senin (05/01) dan menjadi bagian dari sikap resmi FPN dalam merespons situasi Venezuela.
